Andai saja

 Apa yang membuatmu resah untuk meninggalkan hidup?

Jawaban orang untuk pertanyaan itu pasti beda-beda. Ada yang merasa belum bisa membahagiakan orang tua, sehingga maish ingin panjang umur sepanjang mereka masih ada. Ada yang punya agenda kemanusiaan yang begitu panjang sampai-sampai tak ingin mati sebelum semua agenda itu terlaksana.

Ada yang masih ingin menikah, memelihara anak-anak mereka, dan menua bersama. Ada yang mau membangun mimpi. Ada yang sedang berupaya bahagia (kembali). Ada yang tengah mengejar cinta.

Saya?

Saya pengen nerbitin buku sendiri. Karena saya sadar saya bukan penulis-penulis amat, jadi ya pengen membuat semacam upaya pendokumentasian sehimpunan tulisan aja.

Saya begitu menikmati tulisan saya sendiri. Bagi saya, beberapa di antaranya ditulis dan disusun dengan indahnya sampai rasanya saya perlu untuk membagikannya kepada beberapa orang lainnya.

Engga, gak bagus-bagus amat, kok. Rada enak dibaca aja.

Jadi, ketika ada beberapa tulisan yang "diperkenankan" untuk terbit tuh rasanya... apa ya? Seneng lah, yang pasti. Dan merasa diapresiasi.

Karena buku belom siap, saya cukup tenang ketika ada blog ini. Mungkin orang-orang yang sedang rindu sama saya bisa menikmati kembali pertemuan dengan saya melalui blog ini. Walau gak banyak juga yang bisa dilihat di sini.

Saat ini, folder "calon buku" sudah saya buat pintasannya di desktop. Lagi-lagi, seandainya...

Kok creepy?

Iya, gak tau. HAHAHAHAHA.

Udah, ah.[]



Pondok Betung, awal September 2020

Comments

Popular Posts

Melankoli Pandemi

Raden Mandasia dan petualangannya (a book review)

Klinik Permata Bintaro