Aplikasi Seru di Android

Belakangan ini saya lagi mengurangi waktu yang biasa dihabiskan untuk berselancar di media sosial. Cuma semacam "puasa" gitulah. Saya mah ga alergi, kok, hanya ingin mengurangi frekuensinya saja.

So it was started when I realized there were been so damn much time of procrastination. Sometimes I found myself become so cranky in a point that my kids interrupted my scrolling time. Cih, ibu macam apa aku ini?

Beside, there are annoying persons I unhappy to see on social media. Menurutku, terlalu intens terpapar media sosial juga ga sehat. Selain alasan procrastinate dan time wasting, apa sih enaknya ngeliat hidup orang laen mulu? Atau, say, what is the point of become an open book in social media? *preach like a pro, blah*

Sejauh ini awalnya aku sibuk Yutupan *eman kan ya kuotanya kalo ga dipake, wkwkwk*. Malama bocen ea qaqa. Selaen bingung juga, yakali ujung-ujungnya nonton vlogger kekehan wektu idup orang laen juga? So, I decided to try some applications on Playstore. In short, this time I will share some fun application on Android--selain aplikasi ngedit foto--which you can also try. Kalo aku screen time-nya ya pas si bayi tidur atau asyik main. Toh, aplikasi-aplikasi ini gak terlalu bikin ketagihan, sih. Sebab apapun yang sudah jadi adiksi itu tak baik. Kecuali kamu. *cih*

Lagian, yamasak gak bosen idup cuma diisi sama pesbukan dan instahraman, sist? Wkwkwk. Well, some of them you might know well. So, here we go.

First, music application.
Aku coba JOOX dan Spotify. Di luar hal apa saja kelebihan dan kekurangan kedua aplikasi ini, mendengarkan musik memang menyenangkan. Kadang, mereka juga menyediakan kompilasi musik lawas macem lagu tahun 90an yang bikin inget mantan. *cricket sounds*
 
Aplikasi musik lainnya ada Smule. Smule ini basisnya karaoke. Ada sebagian artes Endonesa yang Smule-an juga, loh. Bahkan cukup banyak orang biasa yang suaranya keren-keren. Oiya, buat bisa karaokean lagu yang lagi populer, kamu harus upgrade jadi akun VIP yang berbayar--as usual.

Second, diary application.
Menurutku punya aplikasi diary sangat membantu. Sebagai generasi digital amnesia, diary bisa buat menyimpan catatan dari yang sepele sampe yang super penting. Kalo aku install Diaro lalu upgrade ke akun premium supaya bisa sinkron ke google drive. Just in case I lost my phone *amit-amit, ketok meja* Password lock-nya Diaro juga secure banget, lho. Layar mati atau kita hop to another app, dia langsung lock. Akoh cintak!

Third, language lesson application.
Setelah coba ini-itu, yang bertahan cuma dua: Memrise dan Knudge.me. Memrise sih top, lah. Meski yang gratis "hanya" hafalan vocabulary aja, tapi konsepnya bagus. Belajar bahasa asing memang ibarat menanam ingatan. Kayak belajar mencintai kamu. Iya, kamu. *hoek*
 
Kalo Knudge.me basisnya lebih mirip playing cards. Each time you pass the quiz, you earn one point which you can use it to access another cards without waiting for the notification. Bedanya dengan Memrise, Knudge.me memelajari idioms. So both are completed each other. 
Oiya, aku sempat cari aplikasi untuk ngobrol dengan strangers, gitu. Macem jaman MIRC. *konangan umure wkwkwk* Gunanya sih ya supaya bisa improv kemampuan basa-basi dalam bahasa inggris. Lalu sempat nemu Tandem. Tapi cuma bertahan dua hari aja dan aku uninstall, karena... apa, ya.
 
Jadi Tandem ini memang khusus chit-chat. Di profil kita harus tulis interesting points supaya kita diajak ngobrol. Kita juga bisa ngajak ngobrol orang lain yang menurut kita asyik. The problem is because the persons who always pop on homepage are the ones who has a lot of followers or so. Jadi kans kita sebagai newbie untuk disapa duluan itu kecil--banget. 

Dari empat orang yang aku "say hi", gak ada satupun yang ngerespon. *another cricket sounds* Kemudian ada satu yang ngajak ngobrol, but found out she was so busy. *buka peternakan jangkrik*

Fourth, social reader application(?)
Seru juga kalo nemu bahan bacaan daring yang tulisannya random dari ngomongin hidup sampe ngetawain soal sarapan. Tadinya udah tau soal Medium agak lama dan baru coba install belakangan ini aja. Medium ini--just like its name--adalah media kumpulan esai. 

Uniknya, kita bisa follow banyak akun, gak hanya akun personal atau penulis aja. Kita bisa follow topics dan medianya. Pun, bisa bookmark esai dan kasih "claps" as likes or loves in Facebook and Instagram. Overall, Medium is like a magazine-based platform.

Fifth, question-answer based application.
Kalo kamu anak alay kekinian pasti udah tau Ask.fm, ya. Nah, Quora ini aplikasi tanya-jawab gitu. Mirip Google, tapi solusi yang ditawarkan berasal dari "real human". Kita bisa tanya dari hal teknis sampai yang absurd dan random macem: what is your biggest regret in life? Apresiasi pada jawaban yang diberikan namanya "upvote". Sebagian orang-orang yang ada di Quora ini bukan orang sembarangan, lho. Ada konsultan, advisor, konselor, dan lain-lain--meskipun secara teori semua orang di dunia maya adalah anonymous atau pseudonym. Kita juga bisa pilih ranah yang dianggap paling dikuasai untuk bisa dapat rekomendasi pertanyaan. I found a lot of brilliant answers about life in Quora.

That's all. Fyuh. Lumayan panjang, ya. Padahal gak berfaedah gini. Oiya, aplikasi-aplikasi ini bisa membantu kita improve kemampuan bahasa inggris juga karena sebagian besar menggunakan bahasa inggris. HTH. Enough for now. Bye.[]

Popular Posts

Melankoli Pandemi

Raden Mandasia dan petualangannya (a book review)

Klinik Permata Bintaro