Aku, Meps dan Beps


Saya pernah cerita tentang bukunya Reda Gaudiamo yang berjudul NaWIlla di sini. Kali ini, saya mau review buku beliau yang lain lagi. Judulnya: Aku, Meps dan Beps (AMB). Buku ini juga seperti NaWilla, diterbitkan secara independen. Dan, ya, kalau mau beli buku ini jangan cari di toko buku besar. AMB hanya dijual di beberapa curated book shop. Bedanya dengan NaWilla, pada AMB ini, Mbak Reda berkolaborasi menulis dengan putri semata wayangnya, Soca.

Walau saya tak tahu seberapa besar "intervensi" Mbak Reda pada buku ini, dalam pandanganku, Soca memiliki kemampuan menulis yang baik. Ya seperti anak-anak umumnya, jiwa tulisannya ceria, ekspresif dan banyak lontaran jenaka.

AMB tak lain adalah cerita tentang Soca, Ibunya (Meps) dan Bapaknya (Beps). Demikianlah Soca memanggil orang tuanya--yang bahkan ibunya sendiri lupa bagaimana awalnya itu terjadi. Pada AMB, relasi mereka bertiga sebagai orang tua dan anak terlihat sangat cair. Intim, hangat dan ekspresif.

Hal-hal yang dibicarakan adalah hal-hal umum keseharian dalam perspektif anak-anak. Misalnya, cerita tentang Beps yang "tidak bekerja" dan Meps yang lebih sering pergi karena ia bekerja di kantor. Soca sering jengkel apabila Meps tidak kunjung pulang sementara hari makin larut. Atau kala mereka berdua pergi dan Soca harus menunggu di rumah.

Oiya, AMB ini bergambar, lho. Ilustrasinya dibuat oleh Cecillia Hidayat. Gambarnya disisipkan di sana-sini, mengikuti isi tulisannya. Tipikal gambar sketsa gitulah, tarikan garisnya sederhana. Ini menurutku, lho ya. *amatiran, hahah*

AMB lebih cenderung seperti kumpulan tulisan, ketimbang sebuah cerita beralur. Mirip ketika jika kita sedang mendengarkan seorang anak perempuan berceloteh ngalor-ngidul tentang ibu dan bapaknya. Meski begitu, AMB bagi saya adalah a page turner book. Bahasanya ringan, sangat merepresentasikan isi kepala anak-anak dan tentu saja menghibur.

Saya sih berharap ada novel kolaborasi dari mereka berdua kelak. Mari di-amin-kan. Aamiin.[]

Popular Posts

Melankoli Pandemi

Raden Mandasia dan petualangannya (a book review)

Klinik Permata Bintaro