Posts

Showing posts from 2012

Antologi Rasa: on my view

Image
  Ini novelnya Ika Natassa kedua yang saya baca. Buku yang pertama Divortiare, kedua Antologi Rasa. Nah, karena dulu Divortiare cuma minjem, dan kali ini Antologi Rasa-nya beli, maka sekarang mau resensi soal novel Antologi Rasa ini yaaa... Monggo... Novel ini secara garis besar bercerita tentang cinta beberapa orang yang berada dalam a friendship circle . Adalah Harris Risjad (seorang player level PK—penjahat kelamin) who adores  Keara. Adalah Keara ( a goddess bitch who always living happily, laughing freely and loving softly ) who keeps her truly-honest love only for Ruly. And meet Ruly ( a geek-workaholic and sports addict ) who never could ever forget how Denise always succeed took him into her heart. And oh, Denise is married with Kemal—a bastard husband, you named it. Such a cheesy romance, actually. But you have to read it first . (Kalau kata penulisnya sih: BELI BUKUNYA, JANGAN PINJEM!) Enough about the story and tokoh-tokohnya. Now, I’m gonna talking about the w

Lacto Ovo Vegan to be: a diary (one)

Image
Ini sebetulnya niat yang sudah agak lama hibernasi di dalam pikiran saya. Sempat membuat blue print nya namun belum juga dilaksanakan. Sampai akhirnya saya membaca sebuah wawancara dengan Dewi Lestari, si ibu suri. Dalam wawancara itu , dia menyebutkan: gizi dan kesehatan lebih penting dari sekadar piknik lidah. Dari situ, saya merasa ada banyak kesamaan persepsi dengan yang diungkapkan Mbak Dee. Salah satunya ya itu, bahwa makanan seenak apapun hanya bertahan sampai lidah. Selebihnya tidak. Motivasi saya untuk mengubah mind set makan saya pun makin kuat. Yang penting: motivasinya jangka panjang. Saya optimis bisa, karena Mbak Dee yang awalnya juga merasa agak kesulitan toh akhirnya berhasil. Dulu saya rajin puasa Senin-Kamis (penting ya, untuk di Bold). Rajin banget, malah. Sampai-sampai meski tidak pernah sahur, saya tetap berpuasa. Yang saya rasain sih, badan terasa segar dan fit. Awal mengapa saya rajin puasa adalah waktu itu saya harus mondar-mandir ke kampus dalam r

Cosmetic Review

Image
I dunno, this idea just come up on my mind. Tidak beniat buat centil-centilan apalagi show off yaaa… (atau promosi) Saya hanya merasakan betapa sulitnya dulu waktu saya googling tentang kosmetik. Karena kebanyakan yang saya dapat itu yang merek mahal. Yang belinya aja harus ke Grand Indonesia (atau pre-order dari Hongkong, halah!). Ceritanya dulu itu mau belajar dandan. Mumpung belum kerja, ya up grade make up skill dulu deh , hihihihi… Pasti trus ada yang jahil nanya: sekarang udah jago dandan dong? Jawabannya: ya gitu deeehhh…. Ceritain gak yaaaaa ;p So, here ’s the list come to you Sabun muka : dulu sempat setia sama Dove, tapi sejak produk ini udah lama banget susah dicari di mana-mana (I mean it: everywhere!), akhirnya pindah ke lain hati deh. Dulu Dove itu cocok banget sama kulit wajah saya. Enak dipakai, lembut dan menyisakan rasa lembap yang jarang ada pada beberapa merek sabun muka. Singkatnya, enaklah! Sayang, sudah tidak produksi lagi. Pelembab muka

Test Pack: rethinking about marriage

Image
I just bought Test Pack (a novel by Ninit Yunita) last Saturday (a few months ago, actually). Well, it was an accident means I didn't have any intention to buy any books at that time. We went to the book store and I just couldn't resist a (guilty) pleasure inside me. Why guilty? Because that time I was broke. Eerrrr… In short, I was amazed by the way Ninit describing marriage things. I’ve been read some novels with the same big theme, but I have to confess that THIS ONE IS REALLY AWESOME. To mention some: the plot she built is good, the characters are well-written, for me, she succeed to choose a simple story with a good point of view, and the most important one is she makes a smooth start so you just can’t stop reading until you’ve finished it. Yes, a page-turner! It’s quite difficult to make a story about marriage and explain the things precisely. So far I like how Tatyana tells about marriage thingy on her book(s), especially Jakarta Kafe

Bekerja: dilema perempuan kekinian

Image
Hari Rabu kemarin (18 April 2012), saya berkesempatan menghadiri seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITS bekerja sama dengan SPIRITS (Semangat Perempuan Insinyur ITS).  Seminarnya berjudul “ Woman Leadership & Entrepreneurship Integrated Seminar ”. Sebagai pembicara tamu antara lain Bapak Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dan Ibu Linda Gumelar (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Narasumbernya ada Ibu Dewi Motik (Ketua Kowani), GKR Hemas (Ketua DPD), Ibu Susi (pemilik Susi Air) dan Ibu Risma (Walikota Surabaya). Paparan BU Linda cukup membuat pencerahan bagi saya. Perempuan di Indonesia kini sebetulnya telah mencapai tingkat pendidikan yang sama tingginya dengan kaum lelaki, namun ketika mencapai bidang pekerjaan akses terhadap perempuan masih terbatas. Pernyataan ini SANGAT ada benarnya. Saya sendiri menengarai ada dua penyebab mengapa perempuan yang berpendidikan tinggi tidak dapat mengakses lingkup pekerjaan seperti kaum lelaki