Posts

Featured Post

Camkan Ini:

Kapan kau mau berhenti? Kapan kau mau benar-benar pergi? Aku sudah muak. Muak dengan sikap tak mau tahumu. Muak dengan bagaimana kau selalu ingin dipahami. Muak dengan malam-malam di mana kau tak bisa tidur dan minta didongengi, lagi dan lagi. Kapan kau berani? Kapan kau mau kelahi? Lawan lah semua itu. Kau mungkin akan butuh waktu yang jauh lebih lama, tapi kan itu tak apa. Walau tak jelas yang kau takutkan itu sebenarnya apa. Apa? Setan? Bukan. Hantu? Bukan. Ia hanyalah satu rasa yang menjajah isi kepala dan meracunimu pelan-pelan. Sudah. Aku mau pergi.[]

Days Without Phone

Image
My phone is dying. Last Saturday morning (26th December), he jumped into the water while my husband took the boys in the shower. Don't ask how can it did happen. He is my seventh phone and has been with me for at least one and a half year. Just like you, I stored a lot of things there. After pulled it from water, I put it on the sack of rice for more than an hour, I guess. Still no sign of life. Ppfft. That evening we brought the phone to the service center nearby. I need it to be handling soon. It's an emergency because that day I had an appointment with someone and I have a project that still needs to progress. Run typical days without a phone is weird. Here, I want to share my notes on what has changed while my phone is away. I want to track down what things could be good if I totally off from my phone. I do believe there are good things about this. Day One: The time I realized my phone didn't respond to any instructions like restarting or total shut down, I went upstair

Hang in There, Sist!

I wrote this for something I post on my Twitter. It asked me to write a letter to myself. So, here we go. Uhm. It's a bit weird to write a letter to myself while me myself DO really know everything that's happened in my life. But while I realized sometimes we lie to ourselves, I think I might make a confession(?) about something. Dear Myself, Please focus on your goals. Focus on what's your doing right now. Do not procrastinate too often. You still have plenty of things to accomplished. So please be patient. One more. Do not feel thrilled or too happy whenever you watch your favorite tarot reading that speaking about love on Youtube. No matter how cute to hear they are. That love things are not our stuff :)) Please be real. Ha! That's all, I guess(?). I love you. []

Aku dan Dunia Senyapku

Jika orang lain tak bisa hidup tanpa hal-hal seperti ponsel pintar miliknya atau benda-benda memorable dari masa kecil, maka aku tak bisa hidup tanpa hearing aid . Iya, alat bantu dengar. Aku yakin belum banyak orang dari masa laluku yang—selain telah jauh berjarak dan jauh dari kabar—tak mengetahui bahwa kini aku adalah seorang pengguna alat bantu dengar. Aku mulai menggunakan hearing aid sejak tahun 2016, setahun setelah memutuskan mencoba jalan medikasi untuk gangguan pendengaran yang aku alami. Kala itu, aku yakin bahwa pengobatan medis takkan mengubah apapun. Aku merasa aku lebih membutuhkan alat bantu dengar. Ini bukanlah “penyakit” yang butuh diobati, melainkan kerusakan yang butuh ditangani atau diperbaiki. Jauh sebelum itu, hal yang mungkin dapat aku tunjuk sebagai “kambing hitam” adalah radang tenggorokan yang menyerang dalam satu tahun secara intens medio 2010. Efeknya tidak kurasakan di tahun berikutnya, namun beberapa tahun setelahnya. Hingga pada suatu petang, ket

Hey!

When you really want to write something, but you can't. Just can't. When the weather is good outside, but you choose to stay inside. You just don't want to see the world. When you said: I'm not that strong, I pretended to be one. You just confused who you  are  trying to  convince. When you wait for the cards to open up but yourself said otherwise. Just: no. In the end of the day, you just want to... :)

What I Have Learned

Dulu, aku pikir lawannya "cinta" adalah "benci". Ternyata bukan. The opposite of love is not hate, it's fear. Ini gak berarti menafikan benci, ya. Sebagai salah satu spektrum emosi, benci tetap valid, kok. Hanya saja, aku lebih sepakat soal "kebalikan dari cinta adalah rasa takut", ketimbang benci. Benci adalah salah satu manifestasi dari rasa takut. Misalnya, takut kehilangan, takut tidak dicintai (lagi), takut kecewa, takut gagal, dan lain-lain. --- Dulu, aku pikir orang yang marah-marah (atau abusif) dengan teriak-teriak itu sudah pasti emosian. Ternyata bukan. Mungkin, memang ada aspek behavioral  soal marah itu. Tapi, kalau orang marah dengan teriak-teriak, sebetulnya itu ekspresi dari rasa takut. Ya, mirip dengan poin sebelum ini. Orang yang teriak-teriak itu merasa berjarak dengan lawan bicaranya--walau jarak sebenarnya gak sampe satu meter 😂. Ia harus menaikkan intonaisnya karena ia takut perasaannya dianggap gak valid, takut argumennya tidak

Selamat Hari Kamu Sedunia! (Kapanpun Itu)

Kelak, kamu pasti bisa menemukan seseorang yang dapat memelihara percakapan, melahirkan tawa, merangkai doa, sampai berupaya menghapus air mata. Mungkin seseorang yang baru. Atau mungkin dia yang sudah selalu ada sejak kau kecil dulu. Suatu hari nanti, hal yang kau perjuangkan ini akan kembali padamu. Menjadi seorang dengan balutan "Kaum Seperti Kita" 🌈 di tanah ini memang tak pernah mudah. Tapi, pasti. Semua akan berpulang padamu. Dalam rupa karma baik, tentu. Jangan habiskan waktu tidurmu dengan terjaga terlalu larut, ya. Apalagi tenggelam terlampau dalam di samudera kekhawatiran sampai hari berganti pagi yang terlalu dini. Sulit berkata jujur memang karaktermu. Bukan tak bisa. Aku paham kau punya terlalu banyak pertimbangan untuk bisa mengucapkannya. Bahkan sekadar bilang "aku rindu" pada dia yang sudah lama kau bersamanya. Bahkan pada dia yang kau tahu kau pasti akan dapat balasan indah serupa. Kalau yang terakhir ini ada jaminannya, belajarlah menyampaikannya,